Guna mengantisipasi maraknya fenomena kenakalan remaja serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Bhabinkamtibmas Polsek Tegalombo terus mengintensifkan kegiatan sambang dan dialogis di tengah masyarakat. Langkah preventif ini dilakukan melalui pendekatan humanis langsung kepada para pemuda, pelajar, serta para orang tua di wilayah binaan.
Dalam kegiatan sambang dialogis tersebut, Bripka Anang Tri Wibowo memberikan edukasi secara langsung mengenai dampak buruk dari berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti aksi balap liar, tawuran, penggunaan knalpot tidak standar (brong), hingga bahaya laten penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.
“Masa remaja adalah masa transisi yang krusial untuk mencari jati diri. Kami dari jajaran Kepolisian tidak bosan-bosannya mengingatkan adik-adik kita agar tidak salah dalam memilih pergaulan. Sekali terjebak dalam lingkaran negatif, seperti narkoba atau aksi kriminalitas, maka masa depan taruhannya,” ujar Bripka Anang Tri Wibowo di sela-sela kegiatannya.
Selain menyasar para remaja yang sedang berkumpul, Bripka Anang juga mengetuk kesadaran para orang tua dan tokoh masyarakat setempat. Ia menekankan pentingnya pengawasan internal dalam keluarga, terutama dalam memantau aktivitas anak saat berada di luar jam sekolah agar tidak keluyuran hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas.
Sementara itu, Kapolsek Tegalombo menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh personel Bhabinkamtibmas ini merupakan komitmen nyata Polri untuk hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, sekaligus membentengi generasi muda di Pacitan agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, kreatif, dan berprestasi.
Masyarakat menyambut positif kehadiran aktif Bhabinkamtibmas di lapangan dan berkomitmen untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi keselamatan anak-anak mereka. Polsek Tegalombo juga membuka ruang komunikasi melalui layanan aduan masyarakat agar setiap potensi gangguan keamanan dapat segera dilaporkan dan ditangani sedini mungkin.